LANDASAN HIDUP RELIGIUS


MATERI KELAS XI FASE F: LANDASAN HIDUP RELIGIUS

 Agama merupakan salah satu unsur pembentukan sikap mental kepribadian yang mulia. Untuk itu, dalam upaya membentuk diri sebagai individu yang memiliki sikap mental mulia perlu dilandasi dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga setiap perilaku kita dalam kehidupansehari-hari mencerminkan nilai-nilai ajaran agama sesuai yang kita anut.

        Memeluk dan meyakini suatu agama sebagai pegangan atau penuntun kehidupan merupakan bentuk keimana dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus meyakini bahwa segala bentuk prilaku yang kita lakukan selama hidup akan dipertanggungjawabkan kepada-nya nanti di akhirat. Sebagai bentuk perwujudan adanya keyakinan terhadap agama yang kita anut adalah sengan menjalankan segala bentuk perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Hal ini dapat terwujud dengan terus mempelajrai agama kita dan memahaminya sehingga keimanan dan keyakinan kita semakin meningkat.

Pengertian Iman dan takwa:

·         Kepercayaan yang meresap dalam hati dengan penuh keyakinan tidak bercampur keragu-raguan yang berpengaruh terhadap pendangan hidup, tingkah laku dan perbuatan sehari-hari

·         Meyakini dan membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan

Akibat dari orang yang tidak beriman dan bertakwa:

·         Tidak akan tenang dan tentram

·         Tidak mempunyai rasa malu telah melakukan pelanggaran norma agama dan norma masyarakat

·         Bersifat sombong dan egoistic, bergaul pilih yang menguntungkan.

         Keanekaragaman keyakinan yang dianut masyarakat, bagi umat beragama merupakan salah satu bentuk ujian tersendiri, yakni bagaimana seseorang harus menjalankan ibadah agama yang dianutnya di tengah kemajemukan masyarakat yang berbeda keyakinan tanpa menimbulkan konflik. Dengan banyaknya karakter yang hidup dalam masyarakat kita maka sangatlah penting untuk  menjalin hubungan sosial yang harmonis dan tentram sehingga kan tercapai kelaurga yang harmonis dan sejahtera. Dan hal ini diperlukan kesadaran tinggi untuk memahami bahwa semua makhluk di dunia ini merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Baik terhadap manusia maupun tumbuhan dan hewan, kita punya kewajiban untuk menjaga kelestariannya.

        Seseorang dikatakan berhasil diterima di lingkungan sosial merupakan wujud keberhasilan orang tersebut dalam menerapkan aspek-aspek sosial dalam kehidupan bergamanya, sebab jika dilihat lebih dalam akan kita temui nilai-nilai kerohanian yang diajarkan oleh setiap agama untuk menghendaki terwujudnya kerukunan dalam kehidupan masyarakat. Terciptanya kerukunan akan menghasilkan suasana yang aman dan tentram sehingga kesejahteraan lahir dan batin dalam kehidupan ini akan tercapai.

 

 ASPEK BELAJAR DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA

        Belajar merupakan salah satu bentuk ibadah karena belajar inilah seseorang yang semula tidak tahu menjadi tahu, semula tidak bisa menjadi bisa sehingga semakin membuka pengetahuan dan pemahaman seseorang akan kebesaran Tuhan Ynag Maha Kuasa sebagai pencipta semesta alam. Dengan belajar orang akan lebih mampu memahami makna tentang penciptaan alam semesta oleh Tuhan yang Maha Esa.

         Belajar sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan belajar manusia dapat terhindar dari kegelapan. Seseorang yang enggan belajar, maka arah hidupnya akan mudah diperdayakan oleh syetan, karena ia tidak berilmu. llmu pengetahuan hanya bisa diperoleh bilamana mampu meletakkan diri sendiri sebagai seorang murid. Dengan belajar dan dengan ilmu seseorang akan selamat dari tipu daya syetan di dunia ini.

          Belajar merupakan suatu bentuk ibadah, selama dilakukan dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah ajaran agama sehingga akan menghasilkan produk yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Salah satu kegiatan belajar agama yang terpenting, yaitu kemampuan menyusun jadwal pelajaran dan melaksanakan ajaran agamanya dengan konsisten dan kontinyu.

 

MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DAN MEWUJUDKAN IBADAH YANG BERKUALITAS

           Ibadah bukan hanya shalat, zakat, puasa, haji, tetapi semua perbuatan yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan semua bentuk perbuatan baik yang berguna bagi kepentingan orang banyak.

          Ibadah memerlukan kesiapan lahir dan batin sehingga nilai ibadah bisa dari waktu- kewaktu akan semakin meningkat. Ada beberapa upaya yang dapat dilaksanakan agar ibadah itu semakin berkualitas:

 

 1. Ibadah dengan kesadaran.

 Ibadah dengan kesadaran mengandung maksud, bahwa ibadah yang dilaksanakan tidak ada unsur paksaan, dan juga bisa berarti bahwa dalam melaksanakan ibadah tahu dan paham terhadap apa yang dilaksanakan. Orang yang mabuk sedang tidak sadar, maka apapun yang dilaksanakannya diluar kontrol akal pikiran. Oleh karena itu Allah melarang orang yang beribadah (shalat) ketika sedang mabuk:

  2. Ibadah dengan kecintaan.

 Beribadah tanpa kerinduan dan kecintaan tidak akan merasakan kenikmatan dalam beribadah, seperti orang yang sedang sakit tidak dapat merasakan lezatnya makanan. Oleh karena itu jalan yang dapat ditempuh untuk memperoleh kenikmatan beribadah dan agar terhindar dari   sikap   malas,   hendaknya   selalu   mencari   dan   menambah konsentrasi dalam beribadah.

  3. Ibadah dengan ikhlas.

    Nilai ikhlas dalam beribadah bukanlah diperoleh secara tiba-tiba akan tetapi memerlukan upaya dan perjuangan secara terus- menerus. Seperti kewajiban menjalankan shalat lima waktu pada awalnya terasa berat dan bisa jadi akan menjadi beban bahkan menjadi penghalang setiap aktifitas. Hal yang demikian akan hilang secara mental spiritual bila dilaksanakan secara terus menerus dan ditambah dengan ibadah shalat sunnah rawatib dan shalat-shalat sunah lainnya. Maka shalat akan menjadi kebutuhan dan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, ibadah dilakukan semata-mata karena.

  4. Ibadah dengan kekhusukan.

    Khusuk merupakan kondisi kejiwaan yang sedang terpaut kepada Allah, menyadari dan merasakan keagungan Allah SWT. Jalan untuk meraih kekhusukan yaitu dengan merasakan kehadiran Allah, sembagaimana seorang mukhsin yang merasa selalu dalam pengawasan Allah

  5. Ibadah secara sembunyi.

 Ibadah secara sembunyi merupakan totalitas ibadah dan melepaskan penghambaan diri kepada Tuhan selain Allah, sehingga ibadah bukan untuk memperoleh pujian dari orang lain, penghargaan dari atasan, sanjungan dari bawahan.

 

 Sumber :

http://sriwijayazone.com/meningkatkan-kualitas-ibadah-dan-mewujudkan-ibadah-yang-berkualitas

Komentar

  1. (nomer 1)
    1.Menghargai perbedaan
    2. Meningkatkan pemahaman
    3. Mempraktikkan nilai-nilai agama
    4. Menjaga sikap tenang dan tidak mudah terprovokasi
    5. Menciptakan dialog
    (nomer 2)
    Menurut pendapat kami sebagai bentuk perwujudan adanya keyakinan terhadap agama yang kita anut adalah sengan menjalankan segala bentuk perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Ibadah dengan kesadaran. Untuk itu, dalam upaya membentuk diri sebagai individu yang memiliki sikap mental mulia perlu dilandasi dengan nilai-nilai keagamaan, sehingga setiap perilaku kita dalam kehidupansehari-hari mencerminkan nilai-nilai ajaran agama yang sesuai dengan kita. Memeluk dan meyakini suatu agama sebagai pegangan atau penuntun kehidupan merupakan bentuk keimana dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus keyakinan bahwa segala bentuk prilaku yang kita lakukan selama hidup akan dipertanggung jawabkan kepadanya nanti di akhirat. MATERI KELAS XI FASE F: LANDASAN HIDUP RELIGIUS
    Agama merupakan salah satu unsur pembentukan sikap kepribadian mental yang mulia. Ibadah dengan kekhusukan. Ibadah secara sembunyi. Hal ini dapat terwujud dengan terus mempelajrai agama kita dan memahaminya sehingga keimanan dan keyakinan kita semakin meningkat. Belajar sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan belajar manusia dapat terhindar dari bayangan.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Nama kelompok:
    Adella Riza Anverta(1)
    Anifa Cahyaningrum(4)
    Brillian Arka Wicotama(10)
    M. Nezril Sodik Romadhan(24)


    1.Cara untuk meningkatkan kualitas hidup beragama adalah sebagai berikut:
    • Ibadah dengan kesadaran. Yang bermaksud bahwa beribadah itu dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari pihak lain dan paham mengapa kita melakukan dan melaksanakan ibadah.
    •Ibadah dengan kecintaan. Maksudnya adalah memiliki rasa cinta dan rindu saat melakukan ibadah, ini agar kita tidak malas akan beribadah. Tapi sebelum itu kita harus memahami dan tahu mengapa kita melakukan ibadah, jika sudah paham maka kita bisa merasakan kenikmatan ketika kita melakukan dan melaksanakan ibadah.
    •Ibadah dengan ikhlas. Ini penting karena proses ikhlas atau tulus hati ini tidak langsung tiba-tiba bisa diterapkan, untuk bisa ikhlas kita harus bertahap dengan pelan-pelan menjalankan ibadah dengan tujuan dan niat yang tulus. Dengan hal tersebut kita bisa merasa tenang karena kita beribadah karena keinginan hati kita tanpa dipaksakan oleh orang lain.
    •Ibadah dengan kekhusukan. Khusyuk atau antara hati dan pikiran maksudnya adalah kita melaksanakan dan melakukan ibadah sesuai niat, hati, dan pikir kita tanpa ada rasa beban dan paksaan dari orang lain.
    •Ibadah secara sembunyi. Maksudnya adalah ibadah tanpa melihat atau memamerkan ke orang lain, dengan tersebut kita dengan totalitas keimanan kita. Dengan melakukan hal tersebut kita bisa dengan tulus beribadah dan tidak mengharapkan pujian dari orang lain karena kita ingin mendekatkan diri dengan sang Pencipta.

    2.Ibadah dengan kesadaran menghindari paksaan dan memahami tindakan ibadah. Ibadah dengan kecintaan memberi kenikmatan dalam beribadah. Ibadah dengan ikhlas memerlukan upaya dan perjuangan. Ibadah dengan kekhusukan meraih kondisi jiwa yang terhubung dengan Allah. Ibadah secara sembunyi berfokus pada hubungan dengan Allah, bukan pujian dari orang lain. Belajar adalah bentuk ibadah yang membantu pemahaman tentang Tuhan. Kualitas ibadah bisa ditingkatkan dengan kesiapan lahir dan batin. Agama membentuk sikap mental dan kerukunan sosial.

    Pendapat kami:
    Landasan religious adalah sebagai upaya mengintegrasikan nilia-nilai agama dalam proses bimbingan dan konseling.
    Landasan Religius Pendidikan adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari ajaran agama yang dijadikan titik tolak dalam pendidikan. Contohnya: Carilah ilmu sejak dari buaian hingga masuk liang lahat/meninggal dunia

    BalasHapus
  4. 1. Menurut pendapat kami: Yang pertama adalah ibadah dengan kesadaran, ibadah dengan kecintaan, ibadah dengan ikhlas, ibadah dengan kekhusyukan, ibadah dengan sembunyi.
    2. Menurut pendapat kami: Setiap orang memiliki hak masing masing untuk memeluk agama yang di percayainya dan menjadikan agama untuk menjadi patokan berubah menjadi lebih baik serta melakukan segala kewajiban suatu agama dengan ikhlas dan tanpa adanya paksaan melainkan dari kesadaran diri sendiri dan beribadah bersungguh sungguh.

    BalasHapus
  5. 1. menurut kami, cara meningkatkan kualitas hidup beragama kami adalah ibadah dengan kesadaran, ibadah dengan kecintaan, ibadah dengan ikhlas, ibadah dengan kekhusukan, ibadah secara sembunyi

    2.menurut kami artikel tersebut mencakup landasan hidup religius dengan memeluk dan meyakini suatu agama sebagai pegangan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mewujudkan ibadah yang berkualitas

    BalasHapus
  6. Kami :
    Nama kelompok:
    1. Arief Putrapanca
    2. Helga Nissya Ardine
    3. Jeanette Claurence J
    4. Mahdania
    5. Novi Artika S
    6. Wildan Dwi F

    Jawaban
    1. Menurut pendapat kami : Beribadah setiap harinya dan melakukan perintah perintah Tuhan
    2. Menurut pendapat kami : Bahwa agama merupakan unsur pembentukan sikap mental kepribadian yang mulia. Untuk mencapai sikap mental mulia, penting bagi individu untuk mengambil pegangan dari nilai-nilai keagamaan. Hal ini akan tercermin dalam perilaku sehari-hari sesuai dengan ajaran agama yang dianut. Memeluk agama juga mengimplikasikan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta tanggung jawab atas perilaku di akhirat. Untuk mewujudkan keyakinan tersebut, diperlukan pemahaman dan pelajaran yang berkelanjutan terhadap ajaran agama yang dianut, sehingga iman dan keyakinan semakin ditingkatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama Anggota:
      -Ahmad yakfi perdana putra (01)
      -Aisyah putri mm (03)
      -Galuh anggun pramita (11)
      -Muhammad Dava A (17)
      -Nelita Naura W R (22)
      -Neha Saharani (22)

      No. 1
      Menurut Pendapat kami:
      1. cara meningkatkan kualitas hidup beragama:
      -ibadah dengan kesadaran
      Ibadah dengan kesadaran mengandung maksud, bahwa ibadah yang dilaksanakan tidak ada unsur paksaan, dan juga bisa berarti bahwa dalam melaksanakan ibadah tahu dan paham terhadap apa yang dilaksanakan.
      -Ibadah dengan kecintaan.
      untuk memperoleh kenikmatan beribadah dan agar terhindar dari sikap malas, hendaknya selalu mencari dan menambah konsentrasi dalam beribadah.
      -Ibadah dengan ikhlas.
      ikhlas dalam beribadah bukanlah diperoleh secara tiba-tiba akan tetapi memerlukan upaya dan perjuangan secara terus- menerus.
      -Ibadah dengan kekhusukan.
      Khusuk merupakan kondisi kejiwaan yang sedang terpaut kepada Allah, menyadari dan merasakan keagungan Allah SWT.
      -Ibadah secara sembunyi.
      ibadah bukan untuk memperoleh pujian dari orang lain, penghargaan dari atasan, sanjungan dari bawahan.

      No. 2
      Menurut pendapat kami:
      Dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwasannya agama
      dijadikan sebagai landasan dalam proses bimbingan dan konseling
      dalam menghadapi suatu problematika kehidupan. Agama dijadikan
      sebagai solusi dalam menghadapi dampak yang ditimbulkan pada
      saat siswa mengalami puber. Implementasi landasan religious dalam
      menghadapi masa puber siswa adalah dengan kembali pada Al
      Qur’an dan Hadits yang dijadikan sebagai pedoman dalam agama
      Islam.

      Hapus
  7. Nomor 1: Menurut pendapat kami, ada beberapa upaya yang dapat dilaksanakan agar ibadah itu semakin berkualitas:
    1. Ibadah dengan kesadaran
    2. Ibadah dengan kecintaan
    3. Ibadah dengan ikhlas
    4. Ibadah dengan kekhusukan
    5. Ibadah secara sembunyi
    Nomor 2: Menurut pendapat kami:
    Landasan hidup religius adalah memeluk dan meyakini suatu agama sebagai pegangan atau penuntun kehidupan berdasarkan keimanan dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus menjalankan segala bentuk perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Hal ini dapat terwujud dengan terus mempelajari agama kita dan memahaminya sehingga keimanan dan keyakinan kita semakin meningkat.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. XI-10 BK
    Anggota:
    1.Aidha Talentyana P(2)
    2.Athala Fahrizal R.M(6)
    3.Naylaura Belda S.P(20)
    4.Sabila Salma A.L(25)
    5.Tanaya Gita Candra(29)



    1.Menurut pendapat saya meningkatkan kualitas hidup beragama bisa dilakukan dengan SBB:
    -Kita sebagai warga negara Indonesia NKRI adalah negara yang taat beragama setiap orang wajib memeluk agama yang diyakininya sesuai dengan Pancasila sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa
    -Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang diyakini seperti jika beragama Islam maka wajib melaksanakan sholat lima 5 waktu, membaca Al Qur'an, dan Puasa
    -Saling Toleransi antar umat beragama saling menghargai tanpa membeda bedakan karena semua agama mengajarkan kebaikan dan menuntun ke jalan yang benar
    2.Jadi kesimpulan yang bisa kita ambil adalah Kita sebagai NKRI wajib saling toleransi karena negara kita sangat menghargai adanya perbedaan baik dari ras, agama , dan budaya.walaupun kita berbeda tetapi tetap satu jua

    BalasHapus
  10. KELOMPOK 5 XI-10:
    - Nanda Avrilia R. /18
    - Nandita Febriana K.D/
    - Razel Ramdhany/ 24
    - Salsabila Hafidzotul Q. /26
    - Vedro Fernando/ 32
    - Virgie Adelia H. /33
    1). Menurut pendapat kami:
    > ibadah dengan kesadaran, maksudnya ibadah yang dilaksanakan tidak ada unsur paksaan dan juga, paham terhadap apa yang dilaksanakan.
    > ibadah dengan kecintaan, maksudnya beribadah untuk menambah konsentrasi dalam beribadah.
    > ibadah dengan ikhlas, maksudnya sholat akan menjadi kebutuhan dan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan.
    > ibadah dengan kekhusukan fungsinya untuk menyadari dan merasakan keagung an Allah SWT
    > ibadah secara sembunyi artinya ibadah bukan untuk memperoleh pujian dari orang lain, melainkan untuk memperoleh ridho Allah SWT.

    2) Menurut kelompok kami :
    Memeluk dan meyakini suatu agama sebagai pegangan atau penuntun kehidupan merupakan bentuk keimanan dan keyakinan kepada tuhan yang maha esa ibadah bukan hanya sholat, zakat, puasa, haji tetapi semua bentuk perbuatan baik yang berguna bagi kepentingan orang banyak.
    ibadah memerlukan kesiapan lahir dan batin sehingga nilai ibadah bisa dari waktu ke waktu akan semakin meningkat seperti ibadah dengan kesadaran, ibadah dengan kecintaan, ibadah dengan ikhlas, ibadah dengan kekhusuk an dan ibadah secara sembunyim.

    BalasHapus
  11. Laura Zahirah S (23)

    1. Dengan cara ibadah dengan
    kesadaran, ibadah dengan kecintaan, ibadah dengan ikhlas, ibadah denfan kekhusukan.
    2. Keanekaragaman keyakinan yang dianut masyarakat, bagi umat beragama merupakan salah satu bentuk ujian tersendiri, yakni bagaimana seseorang harus menjalankan ibadah agama yang dianutnya di tengah kemajemukan masyarakat yang berbeda keyakinan tanpa menimbulkan konflik. Dengan banyaknya karakter yang hidup dalam masyarakat kita maka sangatlah penting untuk menjalin hubungan sosial yang harmonis dan tentram sehingga kan tercapai kelaurga yang harmonis dan sejahtera. Dan hal ini diperlukan kesadaran tinggi untuk memahami bahwa semua makhluk di dunia ini merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Baik terhadap manusia maupun tumbuhan dan hewan, kita punya kewajiban untuk menjaga kelestariannya

    BalasHapus

Posting Komentar