Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

ASA YANG TERTUNDA

Gambar
ASA YANG TERTUNDA Devi Milasanty               Enam tahun yang lalu aku tinggalkan kota ini dalam keadaan terluka. Pedih yang tiada tara saat kau mulai meninggalkan aku bunga yang telah layu. Hubunganku dengan Arka kumulai saat aku memasuki kelas XI di tingkat SMA. Dia selalu ramah dan baik kepadaku. Menerima kekuranganku yang berasal dari keluarga kurang mampu. Setiap hari Arka selalu menjemputku untuk berangkat dan pulang sekolah. Semua terasa indah dan ringan. Suatu hari, Arka bercerita tentang cita-citanya.             “Sekar aku mau mendaftar sebagai Satria Merah Putih untuk wilayah Kota” “Wah … bagus sekali kamu akan meningkatkankarir mu, jangan khawatir aku tetap mendukungmu” kataku gembira karena profil dia pas untuk menjadi Pasukan Satria Merah Putih dan bisa jadi dia bisa terpilih menjadi yang terbaik untuk mewakili kota ke propinsi.    ...

EPILOG

  Akhirnya aku bisa bersamamu memandang langit dan bintang bersama, setelah perjuangan panjang antara aku dan dirimu tuk menyatukan kata dan hati yang tak kunjung bersatu. “Dik Arini, sedang melamun apa?” “Tidak mas, hanya menikmati pemandangan dan udara yang kurasa sejuk,” kataku sambil tetap duduk diberanda meskipun   aku merasa dingin sekali. Dia tersenyum lalu menyelimuti pundakku dengan jaket yang dipakai. “Masuk yuks nanti dingin loh… entar mas dapat tugas baru tuk melukis,” kata mas Fahmi dengan tersenyum khas yang membuatku tentram. “melukis? Duch jadi malu mas,” kataku sambil menutup mata. “Kenapa malu? Sekarang kita sah bisa saling lihat loh” “Sudah jangan omongi itu malu … aku malu mas” mas Fahmi hanya tersenyum lalu mengambil susu disebelahku. Dan menggeser dudukku. “nich susu coklat panas dinikmati dalam udara dingin” katanya sambil menyodorkan secangkir susu kepadaku. “Terima kasih mas” lalu ku teguh habis susu hangat yang masuk dalam kerongkongan...

SINOPSIS

 “Dia anakmu dan Aki” kata Rei dan menjulurkan foto yang dipegangnya kearahku. Aku hanya melirik sekilas. Aku hanya menghela nafas dengan panjang. Ada rasa sesaak menyelimuti benakku, tapi kutahan. “Terus?” kataku dengan bersendekap. “Apa maksudmu? Dia anak yang kau kandung dan lahirkan” “Oh ya .. aku kok tidak ingat ya?” “Memang kondisimu saat itu lain, kamu dalam kondisi amnesia, bahkan kupikir jika kau kesakitan melahirkan maka kau akan ingat semua kembali, namun kenyataannya kau bahkan tidka ingat sama sekali.” Apa yang dikatanan Rei, aku hilang ingatan dan amnesia? Lalu hamil dan bisa melahirkan dalam kondisi amnesia? Gila, benar-benar gila, mereka pikir aku apa? “saat ini dia berumur 20 tahun, dia ingin ketemu denganmu, aku melakukan ini agar kau …. “Ach sudahlah kalau dia ingin bertemu biarkan, kalau dia ingin kebenaran ya biarkan … bukan urusanku,” kataku sambil berdiri dan mau pergi. Namun Rei mencekal tanganku. “Tunggu, apa maksudmu?” Aku pandang wajah Rei y...

PROLOG

  Aku mungkin orang terbodoh yang mau dibodohi oleh seorang lelaki. Kadang rasa sesak menyesali itu datang diakhir. Andai aku tahu akan berakhir seperti ini mungkin aku tidak akan memulai apapun. Yang selama ini kulakukan hanya berharap kau memberikan secercah harapan semua telah sirna. Sekarang berakhir dengan rasa benci tapi tak bisa kulakukan. Iya aku hanya seorang putri yang berasal dari keluarga berada, namun yang kamu lakukan sungguh benar-benar diluar rasa kemanusiaanmu. Masih kuingat jelas saat wajahmu seperti anjing merengek memintaku menerimamu yang dari keluarga miskin untuk menjadi sopir pribadiku. Karena kegoyahan sesaat aku menerimamu bahkan mempercayakan diriku padamu yang berakhir pengkhianatan dan sungguh menyakitkan. Bukan hanya itu engkau telah membuat ayahku pergi untuk selamanya. Yang lebih membuatku tidak habis pikir adalah hubunganmu yang sangat rumit dengan ibu tiriku. Ibu tiriku yang lemah lembut dan telah kuakui sebagai ibuku ternyata adalah orang yang...

AKU CEMBURU

Gambar
  Part 4 POV. Fahri Dinata Wahyudi Aku bukan berlagak bahwa aku paling tampan, tapi semua wanita disiku kadnag membuatku risih semua memaksa dan ingin kuperhatikan. Namun sebenarnya ada satu yang selalu mengganjal dalam hatiku. “Arini Arumi Arsyan”, nama itu selalu terngiang-ngiang ditelingaku. Indah dan terasa sejuk. Namun aku harus tunangan dengan Jihan putri satu-satunya paman Anggoro. Mau ditolak namun aku tidak berani berkata saat semua keluarga berkata bahwa Jihan adalah jodohku sejak kecil dan dia takdirku. Memang aku tidak ingin menentang keluarga bagaimana dengan perasaanku, pernahkah mereka memikirkannya. Arini, dia wanita sekerjaku, bahkan anak buah didalam timku, cerdas, ceria dan selalu tahu dimana dia harus menempatkan diri. “Arini, hayo kamu darimana akhir pecan kemarin?” Kata Ayyin mencolek Arini. Aku hanya diam mendengarkan. “diajak keluar Pram, memangnya kamu tahu?” tanya Arini yang membuatku kaget. Prambudi? “Kamu kencan ya … iya kan? … hayoo … betul ni...

AKU CEMBURU-part 3

Gambar
  Part 3 Prambudi POV   Arini, wanita yang menurutku aneh dan membuatku penasaran. Aku mengejarnya tanpa tahu apa yang diinginkannya. Dan dia menerimakupun tanpa beban. Kukira saat itu dia memang benar-benar tulus mencintaiku, namun aku baru tahu dia hanya mencari pijakan padaku. Entah mengapa aku tidak pernah marah padanya. Apa aku yang aneh ya ???? “Pram, kita putus saja ya … dan berteman saja”, itu kata Arini saat makan siang bersama. Dech atiku tidak siap dan terkejut. “Apa-apa yang terjadi Arini? Mengapa kamu berkata seperti itu?” “Kukira kita tidka bisa berpacaran yang sewajarnya” “Maksudmu berpacaran sewajarnya itu apa?” “Entahlah … aku tidak merasakan debaran sama sekali jika bersamamu, namun…”, kau gantung kalimatmu dengan memainkan makanan di depanmu. Kata yang akan kau ucapkan selanjutnya membuatku sedikit pilu dengan dugaan. “mungkin aku menyukai orang yang sudah punya kekasih … tetapi denganmu aku bingung … gak ada reaksi atau debaran yang membua...

AKU CEMBURU

Gambar
  Part 2 ”Arini, bagaimana kemarin kamu gak kehujanan?”, tanya Fahri. “Sedikit sich badan jadi agak mriang rasanya” “Oh …” “Kemarin kamu bawa payung? Aku kok gak liat pas di halte?,” tanyaku sambil tetap mengerjakan pekerjaanku. “Kemarin ada Ayyin bawa aku bareng sama dia,” Deg … jantungku bergetar halus merasakan rasa yang aneh dalam dada. “Yang aku katakan kemarin tolong jangan dibahas ya …,” kata Fahri berbisik di belakangku, dan berhasil membuat aku terkejut sekaligus kecewa. “Beres bos,” kataku sambil mengacungkan jempolku. Fahri tersenyum dan kembali ke mejanya. Aku merasa ada yang melihatku, kulirik kearah depan meja Ayyin. Dia menatap Fahri dengan intens, lalu kulihat Fahri tersenyum diliat oleh Ayyin. Apa-apaan sich mereka bikin kesel sekaligus gemes. “Ting” “Nanti siang makan bareng ya” Chat dari Pram. “Ok” Pesan dari Pram membuyarkan adegan spay ku menatap 2 orang yang membuatku kesal. Tapi kenapa Pram mengajakku makan ya. Ach sudahlah mungkin dia l...

AKU CEMBURU

Gambar
  sumber foto: wattpad.com Part 1 “Aku mencintainya …,” kata Fahri pelan tetapi serasa Guntur bergemuruh ditelingaku. Aku diam terpaku antara mau senyum atau kecewa. Tiba-tiba Fahri mendongak menatapku dengan tajam. “Apa aku salah kalau aku mencintainya, Rin?,” Tanya Fahri seperti mencari kepastian dimataku. Aku tahu siapa yang dibicarakannya, karena aku tahu semuanya. Tapi saat mendengar sendiri dari mulut Fahri, rasanya sesak itu tidak bisa kuhadang dengan kewarasan pikiranku. Aku menggeleng dan tersenyum yang kupaksa meskipun klise. “Tidak ada yang salah, tapi apa salah mbak Jihan? ,” kugantung kalimatku. “Tidak … Jihan tidak salah … aku … entahlah aku tidak bisa melupakannya … ,” Kata Fahri frutasi dan mengacak rambutnya sesaat. “Ri, aku gak bisa omong apa-apa, tapi pesenku satu yang kamu rasa sesuai tempatnya tidak? Mengapa ? itu semua bisa kamu jawab sendiri, aku sebagai orang luar gak bisa menyalahkan sekaligus menghakimi rasa salahmu itu … cuman mbak Jihan ya dipi...