VERTIGO

 

Kenal “Vertigo”? biasanya jarnag dibicarakan, kecuali saat ada seseorang yang mengalaminya. Iya betul “Vertigo” adalah nama sebuah sakit. Tapi banyak salah kaprah tentang “Vertigo” ini, ada ynag bilang karena kurang makan, ada yang bilang penyakit turunan dan sebagainya. Namun sebenarnya kalau tidak diketahui bisa menyebabkan sakit yang berbahaya. Yuks kenali “Vertigo”!

Vertigo merupakan gejala dimana diri sendiri atau sekeliling terasa sedang berputar dan terjadi secara tiba-tiba. Gejala atas serangan vertigo berbeda-beda, ada yang ringan dan tidak terasa dan ada yang parah, serta bisa menghambat rutinitas seseorang karena bisa menyebabkan hilang keseimbangan dan disorientasi.

Saat vertigo menyerang, hal yang dirasakan bisa bervariasi, seperti pusing ringan dan muncul secara berkala. Jika serangan vertigo sudah parah, biasanya memiliki durasi yang lama dan bisa berlangsung selama beberapa hari, sehingga pengidapnya tidak bisa beraktivitas secara normal.

Berikut ini beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan gejala vertigo menyerang seseorang:

1.     Berusia lebih dari 50 tahun.

2.    Wanita.

3.    Pernah atau sedang mengidap luka di kepala.

4.    Sering menggunakan obat-obatan tertentu.

5.    Ada anggota keluarga yang memiliki riwayat vertigo.

6.    Mengalami infeksi pada telinga.

7.    Sedang stres berat.

8.    Sering mengonsumsi alkohol.

Penyebab utama vertigo umumnya dikarenakan oleh adanya gangguan pada telinga bagian dalam, sehingga memicu masalah mekanisme keseimbangan tubuh. Selain penyebab utama tersebut, ada beberapa Penyebab lain vertigo, yaitu:

1.     Perubahan posisi kepala tertentu.

2.    Migrain atau sakit kepala tidak tertahankan.

3.    Stroke, menghindari gerakan kepala secara tiba-tiba agar tidak terjatuh

4.    Penyakit Meniere yaitu gangguan yang menyerang telinga bagian dalam.

5.    Vestibular neuroniti, yaitu inflamasi saraf vestibular pada telinga bagian dalam.

6.    Gangguan pada otak, misalnya tumor.

7.    Obat-obatan tertentu yang menyebabkan kerusakan telinga.

8.    Trauma atau luka di kepala dan leher.

Gejala yang umum terjadi adalah terasa benda di sekeliling berjalan memutar dengan diikuti telinga berdengung. Hal tersebut membuat rasa mual dan ingin muntah tidak bisa terhindarkan. Jika penyakit vertigo itu terus berlanjut, biasanya pengidap dapat terjatuh karena tidak kuat berdiri. Bahkan, apabila telah berbaring dan menutup mata, pengidap akan tetap merasa tubuhnya berputar-putar dan rasa berdebar hingga dapat menyebabkan pingsan.

Serangan awal vertigo biasanya berlangsung beberapa jam saja. Namun, jika tidak segera ditanggulangi, vertigo akan selalu kambuh dan kambuh lagi, dan apabila berulang dapat menyebabkan stroke.

Sebenarnya vertigo adalah sebuah gejala dan bukan sebuah penyakit. Dikarenakan vertigo adalah gejala, penanganan vertigo bisa dilakukan tergantung dari penyakit yang menimbulkan serangan vertigo datang. Beberapa kasus vertigo bisa sembuh tanpa pengobatan, dikarenakan otak berhasil adaptasi dengan perubahan pada telinga bagian dalam.

Vertigo membutuhkan langkah pengobatan khusus apabila disebabkan oleh:

1.     Manuver Epley untuk menangani BBPV.

2.    Obat-obatan.

3.    Melakukan terapi rehabilitasi vestibular yang bertujuan untuk membantu otak beradaptasi dengan sinyal membingungkan dari telinga yang bisa jadi penyebab munculnya serangan vertigo, agar frekuensinya berkurang.

Selain dari metode pengobatan tersebut, penanganan vertigo bisa dilakukan saat berada di rumah selama gejala masih belum terlalu parah. Pengobatan di rumah bisa dengan melakukan pijatan ringan di sekitar area kepala, minum teh jahe, memakan kacang almond, meminum campuran cuka apel dengan madu. Terakhir, minum air putih yang cukup agar tubuh tidak dehidrasi. Hal itu tentu saja karena air putih memperlancar peredaran darah.

Berikut ini beberapa cara untuk mengurangi atau mencegah gejala-gejala vertigo muncul:

1.     Menghindari gerakan secara tiba-tiba agar tidak terjatuh.

2.    Segera duduk jika vertigo menyerang.

3.    Gunakan beberapa bantal agar posisi kepala saat tidur menjadi lebih tinggi.

4.    Gerakkan kepala secara perlahan-lahan.

5.    Hindari gerakan kepala mendongak, berjongkok, atau tubuh membungkuk.

6.    Kenalilah pemicu vertigo dan lakukan latihan yang dapat memicu vertigo. Otak akan menjadi terbiasa dan malah menurunkan frekuensi kambuhnya vertigo. Lakukan latihan ini dengan meminta bantuan orang lain.

7.    Bagi yang juga mengidap penyakit Meniere, batasi konsumsi garam dalam menu sehari-hari.

Segera hubungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang telah dipaparkan tadi. Penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi.

          Sudah kenal kan? Nah ayo jaga kesehatan dan lakukan pencegahan sebelum terjadi. Jangan lupa selalu cuci tangan dan memakai masker.

 

Sumber: Halo.doc


Komentar